E-News

We provide news about Korean writers and works from all around the world.

Advanced search

From to

Refine your results

Language
Country
Period
1-10 of 4515 E-News
  • Excel
  • English(English) Article
    Surrealism and suffering in South Korea

    The Daily Star / November 25, 2021

    Han Kang's atmospheric novel, The Vegetarian (Portobello, 2016), is an evocative look at the psychosis of a woman plagued by her own humanity. In a masterstroke, Kang creates a world of straightforward prose deliciously juxtaposed with complex characters. While I cannot speak to the veracity of the translation—and there is some debate there—I appreciate Deborah Smith producing an accessible path to this haunting drama as it unfolds over the course of several years.

  • Indonesian(Bahasa Indonesia) Article
    Lelaki Yang Selalu Diutamakan

    MalangTIMES / November 24, 2021

    JATIMTIMES - Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 merupakan buku karangan Cho Nam-joo yang diterbitkan pertamakali di Korea oleh Minumsa Publishing. Buku ini diterbitkan pertama kali di Indonesia oleh PT Gramedia Puataka Utama di Jakarta tahun 2019 yang dijual dengan harga Rp. 58.000,-. Buku Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 ini memiliki tujuh cetakan, dimana cetakan pertama pada tahun 2016, kedua tahun 2019, dan ketiga hingga ketujuh pada tahun 2020. Buku ini terbagi menjadi enam bagian. Bagian itu berisikan Musim Gugur tahun 2015, 1982-1994, 1995-2000, 2021-2011, 2012-2015, dan yang terakhir 2016.

  • English(English) Article
    8 New Books We Recommend This Week

    The New York Times / November 24, 2021

    Happy Thanksgiving to our American readers. Here are eight books to be grateful for, wherever you are: New poetry collections from the great Patrick Rosal and Frank Bidart, novels about the lives (and deaths) of women in North Dakota and South Korea, a posthumous spy story from the beloved John le Carré. The New York Times Magazine’s ambitious and far-reaching 1619 Project has been turned into an even more ambitious and far-reaching book, the political insider Huma Abedin offers a revealing look at her public and private lives, and the religion reporter Mark Oppenheimer explores grief and resilience in a Jewish neighborhood haunted by violent tragedy. These books aren’t “easy reading” — the stories they tell can be complicated and uncomfortable, uncompromising — but they pursue their truths tirelessly and often beautifully, and that’s a good reason to give thanks, anytime.

  • Dutch(Nederlands) Article
    Na K-Pop is K-lit nu de nieuwste hit uit het land van de Gangnam Style

    Trouw / November 23, 2021

    Na popmuziek, games en films is nu ook literatuur uit Zuid-Korea wereldwijd in opmars. Deze K-lit geeft een aardig inkijkje in de moraal van het land, weet vertaler Mattho Mandersloot. ‘Het is daar niet de bedoeling dat je een scharrel meeneemt naar je ouders.’ Sander Becker23 november 2021, 13:05 De K-wave overspoelt de wereld, ook met boeken. Zuid-Korea timmert cultureel enorm aan de weg. Het land verovert de wereld met popmuziek, games, films, series en zelfs romans. De successen stapelen zich op: van de maffe raphit Gangnam Style tot aan de met vier Oscars bekroonde film Parasite, en van de horrorkomedie Squid Game tot aan kimchi, de gefermenteerde kool die oprukt op menukaarten. Deze Korean Wave of K-wave is bewust door de Zuid-Koreaanse regering op gang gebracht, al in de jaren negentig. Het land probeerde destijds uit een economische crisis te klauteren. Waarom gaan we geen cultuur exporteren, was toen het idee. Dan verwerf je in het buitenland bekendheid en soft power, waardoor ook mobieltjes en beeldschermen van Zuid-Koreaanse multinationals als Samsung en LG meer aftrek vinden. Het werkt. Neem alleen al de populaire boyband BTS. Hun internationale discohit Dynamite leverde het land vorig jaar 1,2 miljard euro aan economische activiteit op, plus 8000 nieuwe banen, aldus een schatting van de overheid.

  • Chinese(汉语) Article
    世界走走》康庭瑜:愛上女性主義者?我老公的三種生存策略

    風傳媒 / November 23, 2021

    小時候我約會過一個生物學家。那時他說,人類的分工要按照生物天性的指引,才比較有效率。「人類在穴居時代就是男生打獵,女生在洞穴裡養育小孩,因此以後我們結婚,我出去工作、妳在家照顧家庭,這樣就最符合生物天性的安排,很棒吧。」 [啟動LINE推播] 每日重大新聞通知 這個敘述當然充滿了錯誤的科學事實陳述,以及各種論證謬誤。不過,這個人後來成了我的老公。 「天啊,老師,妳是抱著不要放他出去害人的救世心態才結婚的嗎?」知情的學生大笑問我。

  • English(English) Article
    50 New (or Newly Relevant) Books Worth Gifting This Year

    Vulture / November 23, 2021

    Remember when you were a kid and you’d feel around the edges of your wrapped presents, dreading the telltale outline of a spine and pages? Well, you’re older and wiser now, and with age comes the understanding that books are the perfect gift. They’re by far the best bang for your buck when shopping for something personal. “I know you love the Rolling Stones — here’s Charlie Watts’s biography!” for example. With such a wide range of books released just this year, from gossipy memoirs to comedic poetry and everything in between, there’s sure to be something worth reading for everyone on your list — even for those of us who just want to look at the pictures.

  • Indonesian(Bahasa Indonesia) Article
    Pengertian dan Contoh Buku Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

    Kompas.com / November 23, 2021

    Penulis Fahri Fauzi Rasihan Editor Almira Rahma Natasya Sebagai pembaca, kita kerap disodorkan berbagai pilihan atau jenis bacaan yang berbeda-beda. Mulai dari cerita romansa, misteri, puisi, hingga pengembangan diri merupakan berbagai pilihan yang diberikan dari sebuah buku atau bacaan. Namun, apakah kamu sudah mengetahui jika dari berbagai macam genre bacaan tersebut sebenarnya dibagi menjadi dua kategori yang berbeda. Kedua kategori tersebut adalah buku fiksi dan nonfiksi yang masing-masing memiliki definisi dan isi yang berbeda. Buku nonfiksi sendiri berisikan suatu fakta atau kejadian nyata yang terjadi, sehingga penulis buku nonfiksi tidak dapat menulis berdasarkan imajinasi atau khayalan. Buku yang mereka tulis harus berdasarkan pengalaman, kejadian, hingga penelitian yang berdasarkan fakta dan data yang ada. Lalu, apa pengertian dari buku fiksi itu sendiri?

  • English(English) Article
    Shoko’s Smile

    Otago Daily Times Online News / November 22, 2021

    Choi Eunyoung is an award-winning South Korean writer, concentrating on the lives of urban women in the contemporary Korean world, where the traditions of the past, few of which were advantageous for women, are being shattered by the fast pace of change. For example, Choi gives a voice to older, often illiterate, women from the working class whose social function was to marry, give birth to sons and to obey the dictates of their mother-in-law. Their grandchildren are now educated, many living and working outside Korea, unwilling to follow the hierarchies that curtailed the freedom of their grandmothers and even of their own mothers. The stories range across the history of Korea, from the occupation by Japan, 1910-1945, to the anti-communist trials of radicals in 1975, when young South Koreans were imprisoned and tortured, only acquitted in 2007, and the tragedy of 2014, when 304 passengers, most of them school children, died after the MV Sewol sunk off Jeju on the south coast.

  • Indonesian(Bahasa Indonesia) Article
    Resensi Buku "Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982"

    Kompasiana.com / November 21, 2021

    Novel berjudul "Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982" ini ditulis oleh Cho Nam-joo sebagai karya ketiganya. Ia merupakan mantan penulis naskah telivisi di Korea. Cho Nam-joo merupakan penulis yang sukses. Berkat novel Kim Ji-yeong ini ia berhasil  memasuki nominasi ajang penghargaan National Book Awards. Cho Nam-joo mengatakan ia menulis novel ini lantaran ingin merekam jejak kehidupannya sendiri dan keprihatinan sebagai perempuan biasa. Buku ini memang berasal dari pengalaman pribadi penulisnya sebagai seorang wanita sekaligus istri yang harus merelakan karier demi mengurus rumah tangganya. Buku ini menceritakan seberapa besar tekanan sosial yang di hadapi seseoang yang terlahir  sebagai perempuan di tengah budaya patriarki. Dunia memang sudah berubah, namun permasalahan kesetaraan gender masih saja ada hingga kini. Begitulah gambaran cerita buku ini.

  • English(English) Article
    The Beauty Queen Is Dead: Kwon Yeo-sun’s Korean-Millennial Murder Mystery Lemon

    BLARB / November 21, 2021

    A murder mystery can end either resolved or unresolved. Most writers opt for the former, if only out of habit or crowd-pleasing instinct, though some habitually leave ends just loose enough to lead to a sequel. In the absence of any resolution, a novel’s very status as a murder mystery comes into doubt. It tends not to be described as belonging to the genre, but as using its elements — or, imprecisely, as “deconstructing” it. Reviewers of Kwon Yeo-sun’s Lemon (레몬), newly published in Janet Hong’s English translation, disagree about whether its central mystery is fully resolved. One could make a fair case either way, to my mind, but in this lack of a resolution over whether it even contains a resolution — its meta-unresolvedness, if you like — lies a clue to the source of its power, which critics have variously but unanimously praised.