Share
  • Book
  • Malay-Indonesian(ملايو إندونيسيا)

하늘과 바람과 별과 詩

Title/Author/Genre

  •  

    Title: Langit, Angin, Bintang, dan Puisi

    Author: Yun Tong-Ju

    Genre: Sastra, puisi

     

    LTI Korea staff: Jungsun Kim (seirena@klti.or.kr / +82-2-6919-7741)

Description

  • About the book

     

    Langit, Angin, Bintang, dan Puisi』 adalah buku puisi yang ditinggalkan oleh DongJu Yun. DongJu Yun menulis puisi di masa kolonial Jepang, dan ia dibunuh oleh kekerasan imperialisme. Ia berupaya keras untuk menjaga kemurnian puisi dan mencoba menantang penindasan imperialisme. Ia menulis puisi sambil bertanya pada diri sendiri apakah dalam zaman penindasan ia sanggup mencipta puisi. Dalam karangan DongJu Yun terkandung kesadaran realitas pesimis yang digambarkan sebagai ‘kegelapan’, sedangkan kemauan introspeksi diri ditulis dengan kata ‘kaca’, kerinduan hatinya dinyatakan dengan ‘bintang’. Dan perlawanan terhadap zaman penindasan dan pengejaran hati akan kemurnian puisi disimpulkan sebagai “etika malu”. DongJu Yun menghirup nafas terakhir pada usia 28 tahun di penjara Jepang. Bagi masyarakat Korea, DongJu Yun adalah pengarang muda yang abadi, yang menyanyikan kemurnian dan perlawanan.

     

    About the author

     

    Korea pernah dijajah oleh Jepang dari tahun 1910 sampai tahun 1945. DongJu Yun lahir di Utara Mancuria Cina pada tahun 1917. Dia lahir dan dibesarkan dalam keluarga Kristen dan sangat suka pada literature, lalu mulai menulis puisi sejak usia 15 tahun. Ia berkuliah di Yonhui Technical School, dan belajar Sastra Inggris di universitas Doshisha Jepang. Sewaktu ia berkuliah di Jepang, ia ditangkap sebagai penjahat pemikiran lalu menjalani hukuman di penjara Hukuoka dan meninggal di sana. Pada saat itu usianya baru 28 tahun. Kumpulan puisinya Langit, Angin, Bintang, dan Puisi』diterbitkan pertama kali pada tahun 1948 oleh temannya. Buku puisi DongJu Yun yang bernyanyi kemurnian, perlawanan dan damai di bawah penindasan imperialisme masih disayangi oleh banyak orang Korea. Sampai saat ini 『Langit, Angin, Bintang, dan Puisi』 telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam berbagai bahasa asing seperti bahasa Inggris, Perancis,  Spanyol, Mandarin, dan Rusia

     

    About the translators

     

    Prof. Shin Young Duk, PhD., Lahir pada tahun 1956 di Seoul, ibu kota Korea. Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara Korea di tahun 1980, ia melanjutkan kuliahnya pada program S1, lalu S2 di Jurusan Bahasa dan Sastra Korea Fakultas Humaniora pada Seoul National University, selanjutnya menerima gelar Ph.D pada tahun 1994 di Korea University. Sejak tahun 1984 ia pernah menjabat Kepala Bagian Bahasa Korea dan Kepala Bagian Humaniora sambil mengabdikan diri sebagai profesor di bagian bahasa Korea pada Akademi Angkatan Udara Korea selama 24 tahun. Ia pernah menjabat sebagai profesor tamu di University Tsukuba di Jepang pada tahun 1996 hingga 1997, dan mengajarkan bahasa dan sastra Korea di Universitas Indonesia sebagai profesor tamu pada tahun 2009 hingga 2015. Saat ini dia mengajarkan bahasa dan sastra Korea di Universitas Pendidikan Indonesia sebagai profesor tamu

    Beberapa buku populernya adalah "Perang Korea dan Pengarang Perang" (1998), "Perang dan Novel" (2007), "Kisah Orang Indonesia" (2015), selain itu ada banyak artikel dan ulasan. Saat ini ia telah menerjemahkan cerita dongeng Indonesia 40 kali lebih dan memperkenalkannya dengan judul “Cerita Indonesia” dalam Surat Kabar Harian Ekonomi Jakarta dari 2015 sampai sekarang.

     

    Nenden Lilis A., Lahir di Malangbong-Garut Jawa Barat, 26 September 1971. Ia menyelesaikan studi S1-nya di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Bandung. Adapun studi S2-nya ia tuntaskan di Program Pengajaran Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

     

    Tulisan-tulisannya berupa esai, resensi, kritik sastra, reportase, cerpen, dan puisi tersebar di berbagai media massa seperti H.U.Kompas, Republika, Media Indonesia, Suara Pembaharuan, Pikiran Rakyat, Surabaya Pos,  Lampung Pos, Jurnal Ulumul Quran, Majalah Sastra Horison, Jurnal Sajak, Jurnal Kritik, Words Without Borders The Online Magazine for International Literature, dan media-media lainnya.

     

     Sejumlah puisinya terbit dalam berbagai antologi, antara lain Mimbar Penyair Abad 21 (Balai Pustaka), Malam Seribu Bulan (Forum Sastra Bandung/FSB), Tangan Besi (FSB), Gelak Esai dan Ombak Sajak Anno 2002 (Kompas), Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Grasindo), Dari Fansuri ke Handayani (Horison), Wanita Penyair Indonesia (Balai Pustaka), Nafas Gunung (Dewan Kesenian Jakarta), Bunga Berserak (Komunitas Sastra Dewi Sartika), Aku Akan Pergi ke Banyak Peristiwa (Taman Budaya Jawa Barat), Selendang Pelangi/ Terjemahan Versi Bahasa Inggris Rainbow (Indonesia Tera), Kartini 2012 (Kosa Kata Kita), Kumpulan Puisi Perempuan Indonesia-Malaysia (Pustaka Obor Indonesia dan ITBM) dan Negeri Sihir (Antologi Tunggal, Diwan Pustaka cetakan kedua oleh Pustaka Latifah), dll. Kumpulan puisi tunggal terbarunya adalah Maskumbang Buat Ibu (Antologi dua bahasa, Indonesia-Inggris) Puisi-puisinya dalam antologi Negeri Sihir, untuk kepentingan sosialisasi sastra ke masyarakat luas (termasuk untuk pembelajaran sastra di sekolah), dialbumkan dalam album musikalisasi puisi Negeri Sihir yang keseluruhan musik dan aransemennya dikerjakan Ari Kpin.

     

    Adapun cerpennya, terbit antara lain dalam antologi Dunia Ibu, Dunia Perempuan (Bentang Budaya), Apresiasi Cerita Pendek Indonesia (ed. Korrie Layun Rampan), Bulan Kertas (FBA Press), Dua Tengkorak Kepala, Cerpen Pilihan Kompas 2000 (Kompas), dan Kolecer dan Hari Raya Hantu (Selasar Pena Talenta), dan Antologi Cerpen Indonesia-Malaysia (Pustaka Obor Indonesia dan ITBM). Antologi cerpen tunggalnya Ruang Belakang (Penerbit Buku Kompas). Dalam bidang cerpen, ia pernah mendapat penghargaan dari Mingguan Pikiran Rakyat Edisi Cirebon dan Bank BTPN, serta Penghargaan Pusat Bahasa 2005.

     

    Karya-karya Nenden telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan Mandarin.

     

    Selain menulis karya fiksi, Nenden pun menulis buku-buku nonfiksi, antara lain Panduan Apresiasi Prosa Fiksi dan Pembelajarannya, Panduan Apresiasi Puisi dan Pembelajarannya, Kiat Praktis Menulis Kritik Sastra, Tips Praktis Menulis Kreatif (Penerbit Rumput Merah), dll.

     

    Sebagai penulis, ia kerap diundang pada berbagai kegiatan sastra, baik sebagai pemakalah, pembimbing, maupun tampil membacakan karya puisi atau cerpennya, antara lain Mimbar Penyair Abad 21 (1996), Workshop cerpen Majelis Sastra Asia Tenggara (1997 dan 2012), Festival de Winternachten di Den Haag Belanda dan pembacaan puisi di KBRI dan INALCO Paris Perancis (1999), Festival Puisi Internasional di Teater Utan Kayu Jakarta (2000), Festival Puisi Internasional Indonesia (2002), Diskusi dan Pembacaan Puisi di Yayasan Kesenian Perak Ipoh Malaysia (2004), Seminar di IPG Malaysia (2014), The 3rd Schamrock Festival of Women Poets di Jerman (2016) . Selain itu, ia juga mengisi ceramah dan apresiasi sastra di berbagai sekolah dan Perguruan Tinggi di Indonesia dan kegiatan-kegiatan pelatihan sastra. Saat ini ia bekerja sebagai pengajar di almamaternya di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung,

     

    Selain menulis dan mengajar, Nenden juga menerjemahkan karya-karya sastra asing. Hasil-hasil terjemahannya antara lain dimuat di media massa di Indonesia.

     

    Media Response/Awards Received

     

    DongJu Yun adalah salah seorang penyair yang paling disayangi oleh masyarakat Korea. Pada tahun 2016, masyarakat Korea bertemu dengan DongJu Yun dalam buku puisi dan film. Buku peninggalan DongJu Yun, yaitu 『Langit, Angin, Bintang, dan Puisi』 dicetak dan diterbitkan, lalu dalam waktu dua bulan sudah terjual 150 ribu buku dan menjadi buku the best seller. 『DongJu』 film hitam putih yang menceritakan kehidupan dan sastra DongJu Yun telah ditonton oleh satu juta penonton lebih. Begitu pula terus ditampilkan lewat drama, musikal dan musik yang memperingati DongJu Yun. Sudah didirikan tugu puisi yang memperingati karya literatur DongJu Yun di Yonsei University di Korea dan Doshisha University di Jepang. 

     

    Selain merupakan salah seorang penyair Korea terdepan, DongJu Yun dengan karya-karyanya telah dikenal dan menjadi bagian dari Sastra Dunia. Keberadaannya ini patut diperkenalkan pada publik sastra Indonesia untuk semakin memperkaya pengenalan dan pengetahuan tentang  khasanah sastra berbagai bangsa, juga menyelami budaya dan jiwa bangsa tersebut lewat representasi karya sastra. Apalagi, pengenalan terhadap karya sastra (puisi-puisi) Korea di Indonesia belum begitu banyak dibandingkan dengan karya sastra Eropa dan Rusia.

     

Translated Books (18)

News from Abroad (1)